Harapan Warga (Pelatih) Pencak Silat, Usai Pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT)
Lembaga Pers Santri

By Operator 24 Mar 2021, 08:16:40 WIB Seni & Budaya
Harapan Warga (Pelatih) Pencak Silat, Usai Pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT)

Salatiga-Ektrakulikuler Pondok Pesantren Pancasila Salatiga yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di halaman Masjid al Muhlasin PonPes Pancasila kemarin Sabtu (20/3/2021), Senin (22/3/2021).

Acara ini berlangsung dengan lancar dan hikmat. Kegiatan dilaksanakan setelah kegiatan mengaji hari Sabtu pukul 22.00 WIB sampai hari Minggu pukul 11.00 WIB. dihadiri oleh peserta ekstra dengan jumlah 115, pelatih (warga), dan melibatkan para alumni yang sudah menjadi pelatih (warga) PSHT.

Mas Suadi sebagai pelatih utama ekstrakulikuler Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pondok pesantren Pancasila Salatiga berharap para santri bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi masyarakat.

“Yang saya harpakan semua santri yang mengikuti ekstra pencak silat SH Terate, dia menjadi siswa yang bisa menjadi warga yang bisa menjadi suri tauladan di masyarakatnya. Tujuannya PSHT mendidik manusia untuk berbudi luhur dan tahu benar dan salah,”tuturnya.

Beliau juga menambahkan agar ekstrakulikuler terutama pencak silat di pondok ini terus berkembang dan maju sesuai dengan amanah dari almarhum Abah K.  Muhlasin adalah pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Salatiga. Terbukti majunya pencak silat ini dengan partisipasi peserta yang mendaftar meningkat dulu 50-an kini ada 115 peserta.

Fathun Ni’am sebagai alumni yang berstatus menjadi warga berharap santri kelak menjadi pendekar yang mengerti agama dan dapat berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

“Berharapnya satu, menjadi pendekar karena di sini berlatar belakang pondok. Jadii menjadi pendekar yang mengetahui agama jadi berguna bagi bangsa, negara, dan agama,”ucapnya.

Dimas Rizki Pramadan sebagai santri  dan berstatus menjadi warga berharap jangan berhenti ditengah jalan terus berjuang karena banyak manfaat yang akan di dapat setelah menjadi warga.

“Harapannya untuk adik-adik yang masih berlatih jangan sampai mogol (berhenti di tengah jalan), karena sangat disayangkan sekali. Jika sudah menjadi warga manfaatnya sangat besar dan baru terasa. Melatih untuk mandiri dan tidak penakut,”jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa menjadi warga bukan akhir melainkan awal untuk membuka semua dan masih belajar untuk mencari ilmu lebih luas. Selain itu, dia menjelaskan manfaat dari pencak silat ini yaitu berbudi luhur, mengetahui mana benar dan salah, bisa memiliki saudara dimanapun meskipun belum mengenal sebelumnya.

Doc. Pers/santriwati  PonPes Pancasila Salatiga sedang sabung

Di akhir, Asna Nur Khumairo sebagai satu-satunya warga pencak silat putri di PonPes Pancasila memberikan quote dan harapan untuk adik-adiknya terutama perempuan agar selalu semamgat, madiri dan tidak cengeng.

“Harapan saya bahwa wanita itu juga berani tidak lemah tidak seperti yang kebanyakan orang fikirkan. Dan harapan untuk adik adik perempuan yang masih berlatih untuk tetap semangat, jangan cengeng dan harus mandiri. Yen wani  ojo wedi wedi, yen wedi ojo wani wani,”tangkasnya. (Faizah/Wulan/red).




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment